Assalamualaikum Wr.Wb
Alhamdulillahirobilalamin, puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH DAN LANGKAH PENYUSUNANNYA”.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang di bimbing oleh Frizki Afrilia, S.pd .
Kami menyadari masih terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna sebagai bahan koreksi bagi kami.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua amin yaa rabbalalamin.
Banjarmasin, September 2018
Penyusun
PENDAHULUAN
Karya ilmiah merupakan karangan berisi gagasan ilmiah yang disajikan secara ilmiah serta menggunakan bentuk dan bahasa ilmiah yang mengusung masalah keilmuan. Materi yang dituangkan dalam karya ilmiah berupa gagasan-gagasan perkembangan ilmu pengetahuan yang terekam dalam bentuk tulisan. Dengan kata lain karya tulis ilmiah merupakan karangan yang menyajiakan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah dan tertulis.
Penulisan karya ilmiah sering dilakukan oleh berbagai kalangan seperti pelajar dan mahasiswa. Penulisan karya ilmiah memiliki tujuan yang beragam misalnya untuk penyampaian laporan hasil penelitan, media berbagi ilmu, menumbuhkan sikap ilmiah serta tujuan-tujuan yang lain. Agar dihasilkan sebuah karya ilmiah yang baik dan benar, ada aturan-aturan yang harus kita ikuti dalam penulisannya. Namun, masih ada sebagian orang yang belum mengerti bagaimana tata cara menulis dan menyusun suatu karya ilmiah. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dijelaskan beberapa hal megenai penulisan karya ilmiah sehingga diharapkan makalah ini nantinya dapat dijadikan referensi dalam menyusun karya ilmiah yang baik dan benar, dan tentunya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan latar belakang penulisan, maka diambil beberapa rumusan masalah sebagai berikut.
a. Apa itu karya tulis ilmiah ?
b. Bagaimana cara penulisan dan penyusunan karya tulis ilmiah yang benar?
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa itu karya tulis ilmiah, serta memahami seperti apa penulisan dan penyusunan karya ilmiah yang benar.
Secara umum, makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan kita semua tentang penulisan dan penyusunan karya tulis ilmiah.
ULASAN MATERI
Karya tulis ilmiah adalah tulisan hasil litbang atau tinjauan ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh peseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah-kadiah dalam kategori ilmiah (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)).
Karya tulis ilmiah adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah dengan memenuhi kaidah etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Data, simpulan, dan informasi lainnya yang terkandung pada karya ilmiah menjadi acuan bagi ilmuwan lain.
Sebelum membuat sebuah karya ilmiah, ada baiknya kita mengetahui bagaimana karakteristik dari sebuah karya ilmiah. Berikut adalah beberapa karakteristik yang ada pada karya ilmiah.
1. Tulisan yang dibuat harus mengacu pada teori.
2. Harus lugas yaitu tidak emosional, tidak kritis dan tidak menimbulkan interprestasi lain.
3. Harus logis kemudian juga harus lugas artinya mengacu pada pembahasan dengan urutan konsisten.
4. Efisien, artinya mempergukanan kata kalimat dan bahasa yang baik dan mudah dipahami.
5. Efektif, artinya tulisan-tulisan harus yang dibuat padat dan jelas
6. Objektif berdsarkan fakta.
7. Sistematis, artinya baik penulisan dan pembahasan harus sesuai dengan.
prosedur dan sistem yang berlaku.
Secara garis besar, sistematika penulisan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi (batang tubuh), dan penutup.
Berikut adalah sistematika lengkap tentang karya tulis ilmiah.
1. Judul
Judul pada karya ilmiah harus dapat mencerminkan isi, menunjukkan fokus serta permasalahan pokok. Judul yang terlalu panjang dapat dipecah menjadi judul utama dan sub judul.
2. Kata penghantar
Berisi tentang sekilas latar belakang penulisan, ungkapan harapan penulis, ucapan terima kasih, dan sebagainya.
3. Daftar isi
Memuat daftar judul dan sub judul beserta halamanya. Adanya daftar isi memudahkan pembaca ketika mencari bagian yang akan dibacanya.
4. Abstrak
Merupakan intisari makalaah yang tulis 150-200 kata (1 paragraf) dan berjarak spasi 1 (satu). Tujuan penulisan abstrak yaitu untuk menarik minat pembaca. Abstrak biasanya ditulis dalam dua bahasa. Abstrak berisi dari latar belakang, tujuan, metode, hasil dan simpulan yang ditulis secara singkat.
5. Pendahulan
Berisi tentang latar belakang penulisan, rumusan atau batasan masalah, dan tujuan.
6. Kajian litelatur (kutipan)
Berisi kutipan mengenai teori relefan dengan topik makalah, kajian atas makalah terdahulu yang serupa.
7. Metode penelitian
Apabila makalah merupakan hasil penelitian lapangan, diperlukan bagian metode untuk menjelaskan prosedur hasil dan analisis hasil berisi jawaban atas masalah penelitian.
8. Hasil dan analisis
Untuk memperkuat analis, digunakan teori, data, pandangan ahli, dan hasil peneliatian terdahulu.
9. Simpulan dan saran
Bagian ini menyatakan simpulan dari permasalahan. Simpulan dapat dilengkapi dengan saran yang terkait dengan hasil penelitian.
10. Daftar rujukan atau acuan (daftar pustaka)
Daftar acuan merupakan sumber-sumber tulisan dengan gaya yang telah ditetapkan.
11. Lampiran (jika ada)
Lampiran merupakan pelengkap atau data penelitian yang dianggap penting oleh penulis sebagai penjelasan pendukung.
1. Ukuran kertas
Karya ilmiah ditulis pada kertas HVS berwarna putih dengan ukuran A4 ( 21 cm × 29,7 cm ).
2. Penggunaan huruf
Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran 12pt.
3. Spasi
Pada abstrak, jarak spasi yang digunakan adalah satu spasi. Sedangkan pada paragraf dalam pembahasan menggunakan satu setengah spasi. Jarak antara judul bab dan sub bab adalah tiga spasi, sedangkan antara sub bab dan kalimat di bawahnya adalah dua spasi.
4. Batas pengetikan
Batas pengetikan pada bagian atas kertas adalah 3 cm, bagian kanan 3 cm, bagian kiri 4 cm, dan bagian bawah 3 cm.
1. Memilih topik.
Pemilihan topik harus tepat, topik yang dipilih tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Hal ini ditujukan agar penulisan karya ilmiah bisa fokus pada satu pembahasan.
2. Menentukan tujuan
Tujuan dapat ditentukan dengan melakukan survei atau pengamatan, dan menetukan masalah yang akan dijadikan titik acuan dalam proses penelitian.
3. Mengumpulkan bahan
Setelah topik pembahasan dan tujuan ditentukan, langkah selanjutnya yaitu proses mengumpulkan bahan. Bahan yang digunakan berasal dari sumber yang valid dan harus relevan, artinya sesuai dengan topik yang akan dibahas.
4. Membuat kerangka (outline).
Kerangka bertujuan untuk meletakkan ide-ide tentang topik dalam fortmat yang terorganisir.
5. Menetapkan tesis.
Tesis mencerminkan isi dan point penting yang akan disampaikan oleh penulis.
Beberapa jenis karya ilmiah adalah sebagai berikut.
1. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah merupakan karya tulis yang berisikan pandangan atau pemikiran dari penulis dengan melakukan pendekatan ilmiah. Pendapat dalam artikel ilmiah harus objektif dan memiliki dasar keilmiahannya, yakni ditulis dengan menggunakan teori tertentu.
Tujuan penulisannya adalah memberikan analisis sederhana atas suatu permasalahan dengan menggunakan teori tertentu. Topik yang diangkat dalam artikel ilmiah biasanya terkait dengan fenomena atau temuan terbaru pada tingkat dasar dalam sebuah cabang ilmu.
2. Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data lapanganatau analisis dari sumber data yang bersifat empiris dan objektif. Makalah biasanya disajikan dalam sebuah presentasi, baik itu di dalam kelas, seminar, ataupun simposium.
Perbedaan yang mencolok antara makalah dengan karya ilmiah lainnya, seperti skripsi, tesis, dan disertasi ialah pada kontennya yang tidak begitu mendalam. Artinya makalah disajikan dalam bentuk sederhana dan tidak terlalu detil membongkar keseluruhan analisis data. Jadi, isinya lebih ringkas namun tetap mengedepankan sisi runtut sistematika penulisan, logika berfikir, dan objektifitas karya ilmiah.
3. Skripsi
Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis untuk tujuan penyelesaian masa studi kesarjanaan. Landasan utama pemukaan pandangan dan pemikiran dalam skripsi harus dilandasi atas pemikiran atau teori yang sudah ada.
4. Tesis
Tesis adalah karya ilmiah yang ditulis untuk menyelesaikan studi jenjang magister (S2). Bentuknya sama dengan makalah, skripsi dan disertasi. Hanya saja dalam tesis lebih menyajikan analisis yang mendalam dengan menggunakan teoori.
5. Disertasi
Disertasi adaalah karya ilmiah yang ditulis untuk menyelesaikan studi jenjang doktoral (S3). Fokus utama penulisan tesis adalah memunculkan teori baru atau pembuktian baru atas temuan dari sebuah masalah.
Pembedahan analisis dalam disertasi jauh lebih tajam ketimbang tesis. Masalah yang diangkat dianalisis dengan sangat detil hingga dapat terlihat inti permasalahannya.
PENUTUP
1. Karya tulis ilmiah merupakan sebuah tulisan yang mengacu pada masalah keilmuan dan kebenarannya dapat dibuktikan.
2. Karya tulis ilmiah itu sistematis dan terstruktur.
3. Penyusunan karya ilmiah tidak boleh dilakukan secara sembarangan, artinya dalam penyusunannya ada aturan penulisan yang harus dipatuhi.
4. Secara singkat, penulisan karya ilmiah dimulai dengan menentukan permasalahan atau topik apa yang akan dikaji, mengumpulkan bahan yang relevan, menyusun kerangka, penulisan, penyuntingan dan peninjauan ulang.
Ketika anda ingin membuat suatu karya ilmiah, disarankan untuk mengikuti aturan yang ada sebab sangat penting untuk memperhatikan format penulisannya, bukan hanya karena harus sesuai aturan, tetapi format penulisan yang benar juga akan membuat karya ilmiah anda terlihat lebih baik, rapi, lebih berkualitas, dan mudah dipahami pembaca.
Sri Hapsari Wijayanti, Amalia Candrayani. dkk. 2013. BAHASA INDONESIA: Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.